INFO TERBARU

Recent

Selasa, 22 Maret 2022

Berikut Rekomendasi, Souvenir 100 Hari Orang Meninggal

Berikut Rekomendasi, Souvenir 100 Hari Orang Meninggal

Souvenir 100 hari orang meninggal - Dalam kehidupan bermasyarakat, sering kali kita banyak menemui adanya peringatan ataupun acara mendoakan orang yang sudah meninggal ketika peringatan 100 harinya.


Acara peringatan itu bertujuan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal supaya dosa dosa nya diampuni dan orang tersebut mendapatkan jalan yang berkah dan terang dalam menjalani hari harinya di alam kubur sana sesuai dengan ayat tentang kematian menurut islam. 


Bagaimana hukumnya mengadakan acara peringatan tersebut dan siapakah yang mengajarkan mengenai hal ini ? Mengenai hal tersebut simak penjelasan berikut ini. 


Hukum 100 hari orang meninggal menurut islam.
Hadist yang memperbolehkan dan syaratnya melakukan peringatan 100 hari orang yang sudah meninggal


 Dalam Sunan Abu Dawud hadits nomer 2894 ,seorang Syaikh Isma’il Zain al-Yamani menuliskan bahwa


“Muhammad bin al-‘Ala’ menceritakan dari (Abdullah) bin Idris dari ‘Ashim bin Kulaib dari ayahnya (Kulaib) dari seorang laki-laki Anshar (shahabat), berkata: ‘Aku keluar bersama Rasulallah berta’ziyah ke salah satu jenazah.


Selanjutnya aku melihat Rasulallah di atas kubur berpesan kepada penggali kubur (dengan berkata): ‘Lebarkanlah bagian arah kedua kaki dan lebarkan pula bagian arah kepala!’ Setelah Rasulallah hendak kembali pulang, tiba-tiba seseorang yang menjadi pesuruh wanita (istri mayit) menemui beliau,  mengundangnya (untuk datang ke rumah wanita tersebut). Lalu Rasulallah pun datang dan diberi hidangan suguhan makanan. 


Kemudian Rasulallah pun mengambil makanan tersebut yang juga diikuti oleh para shahabat lain dan memakannya. Ayah-ayah kami melihat Rasulallah mengunyah sesuap makanan di mulut beliau, kemudian Rasulallah berkata: ’Aku merasa menemukan daging kambing yang diambil dengan tanpa izin pemiliknya?!’ Kemudian wanita itu berkata: ’Wahai Rasulallah, sesungguhnya aku telah menyuruh untuk membeli kambing di Baqi, 


tapi tidak menemukannya, kemudian aku mengutus untuk membeli dari tetangga laki-laki kami dengan uang seharga (kambing tersebut) untuk dikirimkan kepada saya, tapi dia tidak ada dan kemudian saya mengutus untuk membeli dari istrinya dengan uang seharga kambing tersebut lalu oleh dia dikirimkan kepada saya.’ Rasulallah kemudian menjawab: ’Berikanlah makanan ini kepada para tawanan!’”



Diperbolehkannya bagi keluarga orang yang sudah meninggal untuk membuat suatu hidangan atau walimah dan mengundang orang orang agar hadir untuk memakannya namun tidak untuk riya’ atau pamer. Bahkan, jika kita fahami lagi dari hadits tersebut, melakukan walimah tersebut adalah termasuk qurban (ibadah). 


Karena, adakalanya kita memberi makan yang bertujuan mengharapkan pahala untuk orang yang sudah meninggal termasuk utama utamanya qurban serta sudah menjadi kesepakatan bahwa pahalanya dapat sampai kepada orang yang sudah meninggal tersebut. 


Mungkin juga bertujuan untuk menghormati tamu dan berniat menghibur keluarga yang sedang mendapat musibah agar tidak terus berlarut larut dalam kesedihan sesuai dengan ayat Al Qur’an tentang membahagiakan orang lain. 


Demikian juga dengan jamuan tersebut dilakukan saat hari kematiannya, seperti yang dilakukan oleh istri si mayit dalam hadits di atas, atau dilakukan di hari hari berikutnya. (Mungkin maksud dari Syaikh Ismail ialah hari ke-7, 40, 100 dan 1000).

Intinya dari hadist diatas ialah :


- Dibolehkan untuk membuat hidangan dan mengundang orang lain untuk memakannya.
- Acara tersebut dilakukan dengan tujuan menghormati para tamu dan untuk menghibur keluarga terdekat nya supaya tidak terus berlarut dalam kesedihan

- Acaranya harus diniatkan sebagai ibadah dan harus diniatkan untuk almarhum agar pahalanya sampai kepada almarhum contohnya berniat untuk berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal.
Nah untuk acara peringatan 100 hari orang meninggal, saya punya rekomendasi souvenir yang sangat cocok untuk acara tersebut yaitu berupa sajadah, tasbih dan buku yasin. 

Sebelum itu mari kita ulas sedikit tentang manfaat dari sajadah. Sajadah biasanya digunakan untuk alas ketika orang sedang sholat, selain itu manfaat lainnya yang bisa kita dapatkan dari penggunakan sajadah ini diantaranya untuk alas dari najis
,untuk batas dari najis,dan alas dari panas. 


Nah, souvenir sajadah yang saya akan rekomendasikan ini yaitu sajadah batik asli Indonesia yang terbuat dari bahan polyester. 



Yang tersedia berbagai macam motif dan warna diantaranya sebagai berikut :


  •  Abu Dhabi warnanya baby blue, grey, latte, lavender, light green, yellow 

  •  Kerang warnanya biru merah, biru tua, coklat, hijau tua, tosca
  •  Marwah warnanya abu-abu, biru, hijau, merah muda, tosca

  •  Maza warnanya biru, coklat, hijau, merah, ungu

  •  Melati warnanya hijau, hijau muda, hijau tua, merah, navy, ungu

  •  Raudhah warnanya gold, lavender, magenta, navy, pear

  •  Shofa warnanya coklat, hijau, merah , ungu, biru

  •  Zafiraa warnanya brown, gold, green, navy, tosca

Souvenir sajadah ini dikemas dengan pouch sleting dan serut jadi mudah dibawa kemana mana karena produk ini tidak banyak memakan tempat. 



Untuk ukuran produknya yaitu


 • Ukuran sajadah 105 x 50 cm 
Ukuran pouch 14 x 8,5 cm (praktis dibawa untuk bepergian)


Kenapa si harus membeli produk souvenir ini?


karena bentuknya yang ringkas dan simpel, juga mudah untuk dibawa kemana - mana ini sangat cocok untuk kamu yang suka travelling keliling kota bahkan dunia hehe, tersedia berbagai motif dan macam warna, harganya pun dijamin murah dan ada garansi 5 tahun loh, jika dalam 5 tahun itu produk sajadahnya luntur dan sudah berkerut dapat dikembalikan lagi! Yakin nih ngga berminat?

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Souvenir Tahlilan 40, 100, 1000 Hari | +62 813-2666-1515. Designed by OddThemes